Home » Artikel » Bentuk dan fungsi didalam arsitektur modern

Bentuk dan fungsi didalam arsitektur modern

Sep
23
2017
by : admin . Posted in : Artikel

Bentuk dan fungsi didalam arsitektur modern.

bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur

bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur

Banyak orang menemukan bahwa ada hal-hal yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari arsitektur yaitu:tipe, fungsi,dan tektonis. Fungsi berbicara tentang kegunaan, dan tektonis mengenai struktural.

Dalam arsitektur modern banyak ditemukan tipe-tipe bangunan yang menawarkan suatu yang rasional, suatu awal yang baik dari arsitektur suatu metode desain transformasi, tetapi perlu diperhatikan bahwa suatu penemuan bentuk desain baru memainkan suatu peranan yang sangat penting dalam dunia desain.

Fungsi dalam arsitektur modern dilihat sebagai suatu yang rasional dan ilmiah merupakan intisari dari arsitektur modern. Einsenmann menentang fungsi yang menjadi suatu aspek yang berkelanjutan dari teori arsitektur yang terus-menerus digunakan sejak jaman renaissance dan hubungan yang mendasar dengan humanism sehingga arsitektur terus-menerus dalam kungkungan modernism. Einsemann menjelasakn lebih lanjut bahwa yang seharusnya terjadi ialah dengan teori yang ada kita justru dapat berkarya lebih jauh ,menyempurnakan apa yang telah ada, dengan demikian arsitektur terus bertumbuh sejalan dengan perbedaan modernism dan humanism yang rumit,tidak sesimple yang dijelaskan pada teori modernism.

Sehingga dapat mengubah cara pandang yang selama ini menjadi pola pikir arsitektur modern: bentuk mengikuti fungsi. Dalam arsitektur modern terjadi suatu pemikiran yang memandang fungsi sebagai suatu yang external,apa yang ada di dalam (jiwa) memancar keluar,ditentukan oleh fungsi. Jadi dalam arsitektur modern fungsi itu sendiri merupakan jiwa dari arsitektur.

Debat serupa terjadi pada sentralis tektonik arsitektur, yang menyatakan bahwa suatu desain bangunan baru dapat dikatakan memiliki nilai arsitektur bila orang lain memeliharanya. Bentuk/form yang terjadi tidaklah menjadi pegangan bahwa karya itu dikatakan memiliki nilai arsitektur. Sehingga kembali muncul pertanyaan :bila suatu proyek dibangun, bilamana bangunan/desain tersebut dikatakan memiliki nilai arsitektur? Sejauh mana perbedaan yang terdapat antara bangunan dan arsitektur?

Arsitek demetri Porphyrios menyatakan pentingnya kehadiran bahan-bahan mentah, yang bukan hasil dari produksi massal, seperti yang terjadi pada arsitektur modern, sehingga hal ini menjelaskan mengapa modernism hanya memproduksi bangunan saja.

Posisi formalis menyatakan bahwa bentuk itu sendiri merupakan isi/inti dari arsitektur. Arsitektur modern berhenti menghadirkan image yang dapat dikenali dalam kehidupan.

Dalam Arsitektur post modern abstraksi mulai berkembang dibangun dan diperluas dengan adanya suatu tujuan yaitu menciptakan suatu bentuk gabungan untuk memperluas pola/bentuk desain yang terbatas dari arsitektur modern, juga melebarkan pembangunan yang sempit pada arsitektur modern.

Grave yang bekerja sejak tahun 1976-1977 menggambarkan suatu hubungan antara arsitektur dengan alam dan budaya. Sehingga pada tahun 1980 yang merupakan masa kejayaan untuk arsitek diusahakan suatu bangunan signature yang diusahakan dapat mempengaruhi masyarakat.Tapi apa yang benar-benar menjadi pasar massa pada saat itu ialah : bahwa adanya suatu bentukan “imitasi” yang justru menjadi suatu fenomena komersiil, dan hal ini benar-benar menjadi suatu “pukulan” bagi dunia arsitektur. Apabila suatu produk arsitektur mengalami peng”imitasi”an maka akan terjadi pengurangan pada komponen aslinya.

Contoh bangunan yang mengambil tema arti adalah New Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol karya Frank. O.Gehry

bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur-2

bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur-2

Bagaimana terjadinya suatu bentuk?

“bentuk mengikuti fungsi” menjadi paradigma yang kuno, tak berpengaruh, tidak berarti lagi , didesak keluar dari kemapanannya diganti”fungsi mengikuti bentuk”.

Apa yang dulu tidak mungkin menjadi mungkin. Apa itu fungsi mengikuti bentuk?

Beranjak dari dalam, dari mana muncul suatu bentuk, bagaimana proses terjadinya suatu bentuk? Mengapa suatu bentuk penting?

Apa beda antara bentuk  yang satu dengan yang lain kalau ternyata fungsinya sama saja, lalu apa keistimewaan dari bentukan/form,kalau yang dipentingkan fungsinya?

Dari sini kita beralih pada cara pandang manusia, apa yang dilihat manusia?

Ketertarikan secara fisik, atau langsung mengarah pada bagian dalam yang tidak dapat dilihat? Bangunan secara fungsi boleh sama karena kebutuhan manusia itu-itu saja .

Kalau kita melihat fungsi saja yang menjadi jiwa/penentu keberhasilan suatu bangunan, lalu di mana letak keistimewaan bangunan tersebut? fungsi yang menjadi jiwa, maka semua bangunan memiliki nilai yang sama. Apakah itu berarti semua bangunan memiliki nilai arsitektur dilihat dari fungsi? Karena manusia semua membangun dengan 1 tujuan, asal fungsi tercapai,bereslah!

Kalau hanya itu, lalu peran arsitektur murni di mana?

Kalau Cuma melihat fungsi ,mau tidak mau saat ini banyak bangunan yang berubah fungsi, rumah tinggal dibuat toko, gedung serbaguna jadi ruang rapat, stadion jadi pusat kampanyemenarik massa,dsb

Secara otomatis dan secara instant, begitu kebutuhan mendesak apa saja bisa digunakan asal fungsi tercapai.

Kita berbicara mengenai bentuk. Apa bentuk bisa berubah semudah kita merubah fungsi?

Mau tak mau kita mengakui saat kita tertarik pada bangunan ,yang kita lihat pertama kali pasti bentuknya,tidak mungkin kita melihat fungsinya yang tidak kelihatan.

Bentuk sebagai sesuatu yang esensial, memiliki nilai arsitektur tersendiri , yang unik, yang tidak bisa dikopi, memiliki cita rasa tersendiri.

Bentuk sebagai jiwa dalam arsitektur. Kalau demikian bagaimana bisa terjadi suatu bentuk yang unik ,yang tidak hanya “wah” tetapi memiliki makna?

Bertolak dari cara pandang dan latar belakang yang dimiliki masing-masing arsitek apa yang sudah terbentuk di dalam memancar keluar menjadi karakter dari apa yang didesain.

Seperti contoh New Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol karya Frank. O.Gehry diatas, Bangunan museum ini memiliki form/bentuk yang brutal, menembus kemonotonan yang ada atau justru dengan bentukan itu ingin menjadikan bangunan sekitar lebih hidup?

Bangunan ini memiliki konsep seperti awan di langit ditengah perkotaan dengan gedung-gedung yang tinggi. Dengan demikian sang arsitek menciptakan suatu bangunan yang tetap tampil modern tanpa mengacaukan keadaan sekitar. Bertolak dari konsep ini, sang arsitek membuat bentukan yang unik dan memiliki karakter tersendiri tetapi tetap memiliki arti.

Incoming search terms:

bentuk mengikuti fungsi (2)
Be Sociable, Share!

Mau berlangganan artikel ? masukan nama dan email anda

Leave a Reply

RUMAHKUHIJAU ARSITEK
RUKO GRAND CENTRAL BTP TAMALANREA. BLOK M, NO B4 MAKASSAR
Phone 081325055687 & 081524501518
Copyright © 2012