Home » Artikel » Arsitektur Jepang

Arsitektur Jepang

Jul
16
2017
by : admin . Posted in : Artikel

Arsitektur Jepang

Arsitektur JepangPara arsitek Jepang percaya dan yakin bahwa falsafah kesederhanaan merupakan ‘jiwa’ suatu desain. Untuk mewujudkan kesederhaan dalam desain, mereka memadukan kreativitas dan imajinasi dengan konsep arsitektur lewat penonjolan elemen-elemen konstruksi kolom, balok dan bidang.

Denah rumah tradisional Jepang terbagi dalam ruang-ruang sederhana yaitu berbentuk kotak atau persegi. Kesederhanaan ini tercermin dalam desain minimalis yang banyak digandrungi saat ini. Namun kenyataannya, budaya arsitektur yang tersohor itu sebenarnya sudah dikerjakan selama berabad-abad oleh para arsitek-arsitek zaman Shinto

Arsitektur tradisional jepang didominasi bahan dari kayu serta pintu geser dari kayu. Atap rumah Jepang umumnya ditindih batu untuk menahan agar tidak terbang tertiup angin. Atap ini dilengkapi juga dengan talang air pada sisinya, yang berfungsi menyalurkan air ke tanah. Talang ini terbuat dari bambu yang menunjukkan kecerdikan dan pemikiran unsur teknis tukang bangunan masa Edo.

Arsitektur Jepang  umumnya pada Dinding rumah cenderung polos dengan garis-haris geometrik. Dinding dibangun tipis, nyaris tidak bermateri. Bahkan kertas pun masih dipakai untuk dinding-dinding ruangan. Tidak aman memang dan sangat dingin di musim salju, tetapi ini dibuat untuk membuat penghuninya tetap menyatu dengan alam. Dinding, lantai, dan langit-langit dibiarkan polos tanpa hiasan apapun. Satu-satunya hiasan hanyalah permainan garis-garis dan kotak-kotak lurus.

Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami kemajuan perubahan yang luar biasa. Termasuk dalam bidang arsitektur. Budaya tradisional Jepang (Sinto) maupun Buddha dapat menerima konsep-konsep baru dan modernisme, karena mempunyai kesamaan dengan tradisi Jepang yang juga mengacu pada kesederhanaan. Sebagi bukti, arsitek-arsitek Jepang tidak lagi menggunakan kayu sebagai materi utama, tapi mulai menggunakan baja dan beton.

Kenzo Tange, Kunia Masekawa, dan Koyonari Kikutake adalah arsitek Jepang yang terkenal dengan desain yang menonjolkan elemen konstruksi dari bahan beton bertulang yang diperlakukan secara ekspresif seperti kayu.

Salah satu Arsitektur Jepang yang terkenal adalah Sky House karya arsitek Koyonari Kikutake , Bangunan rumah ini termasuk dalam kategori Metabolist arsitektur. Bangunan yang memiliki ciri-ciri atap datar, lantai dan dinding yang tidak menempel di tanah dan di topang oleh kolom –kolom besar yang masif membuat bangunan seolah melayang sehingga dijuluki Sky house atau rumah langit. Filosofi yang diterapkannya adalah pemisahan secara visual dan fungsi bagian-bagian bangunan seperti misalnya dapur, garasi dan gudang sengaja dipisahkan dari bangunan utama, hal inilah yang menjadikan bangunan ini sangat unik.

Karya lainnya yang mempunyai konsep yang sama adalah Izumo Shrine Administration Building yang terletak di dalam kompleks kuil. Bangunan ini sengaja dibuat kontras, berbeda dengan bangunan lainnya yang sudah ada ada di dalam kompleks kuil. Untuk menyatukan dan memberikan kesan unity pada bangunan lama dan baru, digunakan bahan kayu dan atap datar dengan kolom pada tiap sudut bangunan.

Itulah beberapa konsep dan ciri dari arsitektur jepang, dengan mengedepankan konsep kesederhanaan yang telah digunakan sejak zaman Shinto. Bahkan Arsitek Charles Jenks dalam bukunya Mouvment Modernes en Architecture (1973) menulis bahwa modernisme Arsitektur Jepang adalah suatu paradoksil. Kenyataannya arsitektur modern adalah Arsitektur Jepang tapi dalam bentuk baru.

Incoming search terms:

arsitektur jepang (1),arsitektur jepang modern (1)
Be Sociable, Share!

Mau berlangganan artikel ? masukan nama dan email anda

Leave a Reply

RUMAHKUHIJAU ARSITEK
RUKO GRAND CENTRAL BTP TAMALANREA. BLOK M, NO B4 MAKASSAR
Phone 081325055687 & 081524501518
Copyright © 2012